Many times as a teacher, we can't give a score to what the students are doing. Mostly, we feel awkward in giving score when the assessment is project-based one. We know what the students need to do and achieve, however, scoring band won't help. At this stage, a rubric is really needed.
I know that for some of us, making rubric is a new thing. Let's learn from a very interesting website specially working with rubrics. The website name is Rubistar. Here is the link!
Make sure you really go this page.
Do I have to register? Well, you don't have to. There are some templates provided according to the topic you need. However, it is recommended for you to register, if you want to make a specific rubric for your class.
Okay then, I hope you are going to produce million of rubrics to help you and your project-based assessment. Have a go!
blessing,
Hugo
Tuesday, May 4, 2010
Monday, April 12, 2010
MENGAJAR ITU ANUGERAH DAN PANGGILAN JIWA
Beberapa guru yang saya temui telah mengajar bertahun-tahun. Mereka sangat bangga dengan tahun-tahun mengajar mereka. Kebanggaan itu semakin terungkap manakala ada beberapa mantan muridnya yang menjadi "orang". Beberapa dari mereka dengan bangga menyebut bahwa si A yang menadi walikota kota anu adalah mantan muridnya di kelas 3 SMP, atau si B yang menjadi penyanyi terkenal itu dulu murid dia di kelas 3 SD. "Wah, padahal dulu itu suaranya fales banget!" celetuknya.
Saya sangat kagum dengan mereka yang bisa bertahan bertahun-tahun menjadi pengajar. Banyak dari mereka yang secara ekonomi terseok-seok manakala gaji yang mereka terima dari jaman dahulu sampai sekarang hanya sampai pada level "pas" atau bahkan "kurang" dan menjadi banyak "hutang". Ada juga yang sukses karena mempunyai usaha lain atau mengolah kemampuan mengajarnya dengan mengajar les privat atau menulis buku. Semuanya bertahan dengan kemampuan dan daya kreasinya masing-masing.
Mengajar itu anugerah dan panggilan jiwa, hal itu dikatakan oleh ibu saya yang dulu adalah seorang guru juga. Mengapa anugerah? lihat saja mereka yang mengajar bertahun-tahun dan tetap setia. Bagi mereka, kemampuan mengajar itu suatu anugerah yang tidak semua orang mendapatkannya. Banyak orang mengatakan bahwa mengajar butuh kesabaran bahkan terkadang keiklhasan untuk merogoh kocek pribadi.
Mengajar itu panggilan jiwa. Benar juga! Seorang dokter yang sukses dengan karirnya, merasa ada yang kurang dalam dirinya. Ia senang berbicara dengan pasiennya, menerangkan banyak hal tentang penyakit yang diderita oleh pasiennya dan meyakinkan mereka bahwa semua dapat dilewati dengan baik. Suatu ketika, ada tawaran untuk mengajar mahasiswa kedokteran dari seorang teman dokter yang hendak cuti mengajar. Saat sang dokter ada di depan kelas, ia merasa suatu hal yang berbeda terjadi pada dirinya. Mengajar adalah panggilan jiwanya. Alhasil, selain praktek sebagai dokter handal, dia juga dikenal sebagai pengajar yang mumpuni. Mahasiswa-mahasiswinya sangat kehilangan sosoknya ketika jenazahnya dikebumikan.
Ada satu pertanyaan menggelitik, apakah cukup menyadari bahwa mengajar itu anugerah dan panggilan jiwa? Saya rasa tidak. Seekor burung tidak dilihat dari berapa tahun ia terbang, tapi bagaimana ia terbang. Seorang guru tidak hanya dilihat dari berapa lama ia mengajar, tetapi bagaimana ia mengajar. Percuma mengajar bertahun-tahun lamanya apabila cara mengajarnya hanya dari itu ke itu saja. Semangat dalam penhajaran hanya menjadi rutinitas. Harus diingat bahwa menularkan ilmu adalah sebuah seni yang hanya bisa dikatakan dan kemudian dikerjakan dengan hati lalu seni itu baru bisa dirasakan oleh orang lain. Mengajar adalah sebuah hubungan batin antara guru dan muridnya. Seorang guru bisa saja menjadi guru "killer" namun dirindukan pengajarannya oleh murid-muridnya. Seorang guru harus bisa membuat suasana "mulur" (rileks) dan "mungkret" (disiplin). Seorang guru harus bisa menjadi inspirasi bagi murid-muridnya.
Bagaimana dengan kita para pengajar?
salam,
Hugo
PS: Terima kasih buat para guru SD-ku di SDN Kesdam IV Diponegoro dan SDN Siliwangi II Semarang. Kalian telah menjadi inspirasiku!
Monday, March 1, 2010
MICROSOFT EXCEL AND MATHS
Graphs, Chance and Data. That was the title written in my Maths Scope and Sequence. Well, what is that?
I found that the idea of using Microsoft Excel was not a new thing at all. However, to my grade 5 students, it was like a new thing for them. After having the bar graphs in their maths book ( as the result of their "mini survey"), in a sudden I asked them to open their laptop and transferred one of their graphs using the program. It was funny when they really paid attention because they wanted to make the most different look compared to their friends'.
It was amazing to see how grade 5 students tried to explore many different kind of graphs style. At this stage, I only will share this really brief story. The next step, I will have the screen capture of what the students have made.
Here is the screen capture from one of my students. Great job!
Here is the screen capture from one of my students. Great job!
blessing,
Sunday, December 13, 2009
COMIC LIFE INTO BAHASA INDONESIA

In Bahasa Indonesia, we learned about legend and folktale. I gave my students the legend of Ki Ageng Pandanaran. It was the story where Ki Ageng as the mayor of Semarang had a great lesson from Sunan Kalijaga - one of the most influence Moslem leaders in 13th Century.
Dalam Bahasa Indonesia, siswa-siswi belajar tentang cerita legenda. Saya membawakan legenda tentang Ki Ageng Pandanaran dalam legenda terjadinya kota Salatiga. Ki Ageng adalah seorang bupati Semarang yang mendapatka satu pelajaran tentang menjadi pemimpin yang baik dari Sunan Kalijaga - salah seorang wali yang sangat berpengaruh di abad 13.
The students put one fragment from the story into a comic. Therefore, we use comic life provided within the Apple laptop that they use. Here is one example of the comic. Great job!
Siswa-siswi menuangkan cerita dalam satu fragmen yang mereka pilih. Oleh karenanya mereka menggunakan program comic life dari Apple, laptop yang mereka pakai. Ini adalah salah satu contoh hasil karya mereka. Bagus!
Subscribe to:
Posts (Atom)


