Sunday, November 1, 2015

RECORDING LEARNING

I have this anxiety in questioning,"how can school members reach out learning happened in my classroom?"

I have been through many discussions with some fellow teachers. Some ideas pop up here and there. To cut a long story, I met Pramaditya. He is a design tech teacher at Sekolah Cikal, one of IB schools in Indonesia.

We shared ideas and experiences. We found out that the key words are recording learning. We compiled our experiences and put them in a workshop. We ran the workshop during IB Dunia Conference held in British School Jakarta. You can see the date on the workshop box just on the corner of this blog.

I put the link for you to see our slide presentation HERE.

We had a lot of feedback in our workshop. People attended the workshop were really interested on extending the way learning documented and shared properly.
It was really great day.

Enjoy it!

Hugo

Sunday, April 19, 2015

Teknologi di Kelas Model SAMR (1)

SAMR (Substitution, Augmentation, Modification and Redefinition) adalah satu model yang dicetuskan oleh Ruben R. Puentedura
Apa itu SAMR? Saya akan mencoba membahasnya secara sederhana dalam postingan kali ini. 

Teknologi di sekolah, yang banyak dipahami sebagai penggunaan komputer atau alat bantu belajar yang menggunakan teknologi, sering digunakan hanya sebatas pengetahuan dan tempelan dari pembelajaran itu sendiri. Pemahaman tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran di kelas sangat menarik karena benar-benar akan membuka mata kita, baik sebagai pendidik maupin pembelajar.

Sejalan dengan perkembangan penggunaan teknologi, maka pembelajaran di kelas, sewajarnya juga sudah bergeser. Dahulu, kita mengenal laboratorium komputer. Sebuah sekolah yang mempunyai laboratorium komputer bahkan laboratorium bahasa, akan sangat dipandang sebagai sekolah yang maju. Namun, hal menarik yang patut dicermati adalah, apakah yang diajarkan di dalam laboratorium tersebut? Skill mengetik? Skill mendengarkan?

Skill mengetik, skill mendengarkan, skill mengolah data, semuanya sangat mendukung pekerjaan sehari-hari. Hal yang saya coba garisbawahi di sini adalah kata "mendukung". Sementara, paradigma pembelajaran sekarang bukanlah terkotak-kotak pada disiplin pelajaran tertentu, melainkan saling terkait. Saling terkait antara satu pembelajaran dengan pembelajaran lainnya sebenarnyalah memang yang terjadi dalam dunia nyata, dunia kerja. Bukankan salah satu hal yang dipersiapkan untuk para siswa adalah untuk siap memasuki dunia kerja?

Mari, kita lihat lebih dekat SAMR. Berikut ini, saya akan memberikan contoh penggunaan SAMR, agar Anda lebih bisa mengerti secara cepat. 

Substitution: Pada tahap ini, kita mencoba menggunakan teknologi namun sebatas pada "mengganti" media yang sudah ada dengan media lain dengan sentuhan teknologi.
Contoh kegiatan yang sering terjadi adalah: menulis karangan menggunakan prosesor penulisan (MS Word, Pages, dll).
Kegiatan itu hanyalah "memindahkan" tulisan yang sebelumnya menggunakan pensil dan kertas, menjadi papan ketik dan layar komputer. Nilai yang didapat, tentu saja hanya sekedar pemindahan. 

Augmentation: Pada tahap ini, kita mencoba menggunakan teknologi dengan menambah fitur-fitur untuk lebih memberdayakan teknologi dari Substitution yang hanya memindahkan media.
Contoh kegiatan yang dapat terjadi adalah menulis menggunakan prosesor penulisan dengan beberapa tambahan fitur seperti link ke website tertentu, menambah gambar, grafik, dll. 

Modification: Pada tahap ini, kita mencoba menggunakan teknologi dapat dibagi dengan pihak lain. Hal ini bisa dilakukan menggunakan "Google Docs, dkk", "Blog" dan lainnya.
Kegiatan ini, ada penambahan nilai dimana pihak lain dapat melihat, memberi kritik, komentar, mengedit dokumen yang sama dan menambah adanya nuansa kerjasama.

Redefinition: Pada tahap ini, kita mencoba menggunakan teknologi untuk mengubah bentuk awal menjadi satu bentuk baru. 
Kita ambil contoh kegiatan menulis di atas. Setelah melalui proses Substitution, Augmentation dan Modification, maka ketika masuk dalam Redefinition, tulisan yang sudah melewati tahap kolaborasi, komentar, edit bersama, dijadikan sebuah skenario. Skenario ini lalu dituangkan dalam sebuah filem. Nah, hasil jadinya yang berupa filem ini adalah Redefinition dari bentuk semulanya. 

Nah, bagaimana semuanya itu bisa terjadi? Diperlukan beberapa tahap di belakang semuanya itu? Hal ini akan saya bahas di postingan berikutnya :)

sampai berjumpa di postingan berikut!

salam,

Hugo



Thursday, February 5, 2015

MENGGUNCANG KESADARAN PENDIDIKAN INDONESIA

MENGGUNCANG KESADARAN PENDIDIKAN INDONESIA

Hugo D G Indratno


Ki Hadjar Dewantara dengan semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani” begitu mengakar pada setiap insan Indonesia khususnya insan pendidikan Indonesia. Sering kali semboyan ini diartikan bahwa seorang guru hendaknya memberi teladan, kemudian membangun semangat belajar dan pada akhirnya memberikan motivasi bagi siswa-siswinya. Sebatas itukah pemahaman dan perwujudan kita semua terhadap semboyan luhur tersebut?

Selaras dengan semboyan Ki Hadjar Dewantara yang begitu menginspirasi, seluruh bangsa ini tentunya berkeinginan untuk mewujudkannya. Namun, apa yang kita lihat dari tahun ke tahun adalah pencideraan dunia pendidikan ini oleh banyak individu. Secara tegas, saya mengatakan di sini bahwa pencideraan dilakukan oleh individu. Akan sangat naif apabila kita saling menyalahkan antar lembaga karena semua lembaga yang berkaitan dengan pendidikan, bertujuan untuk memajukan pendidikan, bukan mementahkannya.

Prof. Dr. Nicolaus Drijarkara, SJ mendefinisikan pendidikan sebagai “Pemanusiaan Manusia”. Jelas sekali bahwa pendidikan adalah milik manusia.  Pendidikan ada dan akan tetap ada sepanjang manusia hidup dengan atau tanpa sebuah pemerintahan. Pendidikan hendaknya menjadi milik bangsa, bukan milik pemerintahan. Dengan kata lain, pendidikan adalah menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya institusi pendidikan dan pemerintah. Tanggung jawab bersama di sini berarti seluruh lapisan masyarakat karena semuanya mempunyai kontribusi dalam pendidikan baik itu secara formal maupun non formal.

Penataan pendidikan di Indonesia sering digunjingkan sebagai satu musim yang datang silih berganti. Secara pribadi saya melihat bahwa kebijakan yang tentunya dibuat untuk kebaikan, namun kebijakan yang dibuat sering disalahgunakan demi kepentingan beberapa individu. Sungguh suatu keprihatinan ketika beberapa pihak saling menyerang atas kebijakan yang dibuat. Saling menyerang bukanlah satu penyelesaian. Pembuat kebijakan pendidikan di Indonesia sudah saatnya menata diri sendiri tidak bergantung pada rezim ataupun terintervensi oleh kepentingan individu atau kelompok yang ada di lembaga tinggi negara.

Melihat Kail, Bukan Ikannya dan Mimpi-Mimpi

Beberapa tahun terakhir, pemerintah membuat satu kebijakan untuk mengembangkan kualitas pendidik dengan program sertifikasi pendidik. Sebagai satu kebijakan, tentunya ada satu tujuan yang baik untuk dicapai. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul di benak ini, salah satunya adalah, apakah para pendidik benar-benar ingin mengembangkan kualitas profesi mereka sesuai kebijakan yang diluncurkan?

Di tahun 2012, saya mengikuti Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang menjadi satu prasyarat untuk mendapatkan sertifikasi guru. Secara pribadi, saya melihat ini sebagai satu proses penyegaran dan penyadaran kembali pada tanggung jawab profesi dan panggilan. Dalam PLPG, saya melihat satu semangat dari pemerintah, dengan segala keterbatasannya mengurus sekian juta guru, untuk menuntaskan amanat UUD 1945 mengenai mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan bangsa yang cerdas, tentu  pengajarnya juga haruslah cerdas.

PLPG oleh beberapa pihak dipertanyakan keefektifan dan kebermanfaatannya. Dalam benak saya, sewajarnya, para pendidik yang telah mengikut PLPG turut mempertanyakannya sebagai bentuk refleksi profesi. Sementara posisi pemerintah, sudah selayaknya juga melihat ke lapangan, apakah yang telah diperbuat memberi efek domino ataukah sekedar menjadi satu kegiatan “hit and run”, atau “sekali berarti, sudah itu mati” - meminjam selarik puisi berjudul “Diponegoro” karya Chairil Anwar.

Apabila PLPG sebagai satu pelatihan telah menginspirasi banyak dari peserta untuk membangun refleksi profesi, maka hingga saat ini paling tidak ada reaksi dari para guru sendiri dan sistem pendidikan dalam pemerintahan. Reaksi yang saya harapkan masih saya impikan. Saya memimpikan adanya satu kerjasama (networking)  mandiri guru-guru yang saling bertukar pikiran, saling berbagi inovasi mengajar yang telah mereka praktekan. Saya memimpikan kebebasan berkumpul untuk berinovasi yang tanpa harus mendapat restu dan supervisi dari pejabat pendidikan. Mimpi saya mungkin akan semakin terang benderang apabila para pejabat pendidikan mendorong suasana kondusif untuk hadirnya banyak kelompok mandiri, bukan karena keterikatan dinas yang selama ini terjadi, melainkan karena keinginan untuk maju bersama dalam pendidikan.

Saya teruskan mimpi-mimpi saya. Saya bermimpi ketika kerjasama mandiri telah dilakukan oleh para guru, maka pembelajaran yang terjadi di dalam kelas akan lebih bervariasi. Apakah mimpi itu bisa terwujud? Tentunya mimpi-mimpi itu bisa terwujud apabila kita mulai bangkit, berdiri dan berjalan mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Saya punya mimpi dimana para guru membangun komunitas mandiri yang saling bertukar pikiran tentang pembelajaran yang mereka lakukan di kelas. Pembelajaran yang mereka pilih dari sekian kali pembelajaran yang mereka lakukan untuk mendapatkan formula yang tepat dan inspirasional bagi siswa-siswinya. Guru adalah manusia biasa yang penuh jatuh bangun dalam menjalankan pembelajaran di kelas. Namun begitu, saya yakin bahwa seorang guru selayaknya bangga akan pembelajaran yang mereka bangun berdasarkan pembelajaran bertahun-tahun yang berusaha mereka sempurnakan disesuaikan dengan karakter dan jaman dari siswa-siswinya.

Pada akhirnya, seorang guru tidaklah bisa berhenti. Ia harus turut berputar seiring berputarnya roda jaman. Ia harus bisa berpikir menggunakan pola pikir anak didiknya. Bagaimana seorang guru bisa berkembang apabila ia menolak untuk berkembang? Marilah, dengan segala keterbatasan manusiawi sebagai guru dan individu, kita melihat cakrawala di mana kelas itu tiada batasnya.

Namun ada satu hal yang patut kita camkan, Anda semua adalah guru. Hal ini tidak terbatas karena Anda mengajar di kelas, tapi karena Anda adalah orang tua yang mendidik anak-anak di keluarga, karena Anda menularkan kebiasaan baik di jalan, di tempat kerja maupun di manapun Anda berada, karena anda memberi perhatian pada mereka yang membutuhkan dan karena sejuta alasan di mana kita semua memberi teladan di depan mata mereka, membangkitkan semangat belajar  ataupun bekerja dan mendorong dengan motivasi tidak hanya bagi siswa-siswi tapi juga semua orang di sekitar. Ingatlah, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani!

April, 2013

Hugo Indratno
Pendidik

Monday, February 2, 2015

AMAZING PAGE VIEW!

Hi!

I just want to drop down this short message for you all. Thank you for visiting my blog. Today, I see the page view. It just reached the number that I never could imagine. Here is the screenshot. Thank you!


Hugo


Friday, September 19, 2014

PUBLISHING MY E-BOOKS

Hi!
It's been a while.
I just want to inform you shortly that I have my four books published on iTunes Store.
They are: Capture It!(Photography Book), 85-89 (Indonesian Novel), Water (Inquiry Based Learning) and Joshua Is Late (A Bilingual Story Book).
Hope you like them.
Oh one more thing, all books are not available within iTunes Indonesia. Therefore, to get one, you need to switch store when you log in. It is easier, if you follow the links below. Why? because you will be given a way to go to iBooks Store launcher. Then, you will be asked if you want to change store since the books you are looking for are not available in iTunes Indonesia Store.
Of course, you need to have Apple ID :)
Here are the links!

https://itunes.apple.com/us/book/capture-it!/id920301752?ls=1&mt=11
https://itunes.apple.com/us/book/85-89/id705071586?mt=11
https://itunes.apple.com/us/book/water/id921910297?mt=11
https://itunes.apple.com/us/book/joshua-is-late/id929667269?mt=11
https://itunes.apple.com/us/book/whats-for-lunch/id960964464?mt=11

Followed by the screenshots ;)

salam,

H






Wednesday, February 19, 2014

VIDEO KELASTANPABATAS.COM



Saya membuat video ini dengan VideoScribe free version (Thank you!) Semoga terinspirasi! salam, Hugo

Monday, January 27, 2014

MENULIS BLOG LEWAT IPAD

Hai!

Kali ini saya menggunakan Bahasa Indonesia untuk menyapa semua pembaca blog ini khususnya kalian yang berada di Indonesia.

Dalam perkembangan teknologi yang begitu pesat, beberapa hal yang dahulu hanya bisa kita lakukan lewat personal computer (PC), atau laptop, sekarang telah bisa kita lakukan melalui tablet seperti iPad. Salah satunya adalah menulis blog.

Blog yang saya tulis kali ini menggunakan satu aplikasi yang bernama Blogsy yang ter-install di iPad. Saya dan siswa-siswi di sekolah mulai menulis blog menggunakan iPad. Namun blog siswa-siswi tidak saya cantumkan di sini untuk menjaga privasi mereka. Anda semua sudah bisa kok menikmati hasilnya melalui tulisan saya ini.

Teknologi seperti ini memang masih dirasakan mahal bagi banyak dari kita warga negara Indonesia. Namun demikian, saya yakin apabila satu hari nanti semuanya akan dimungkinkan baik oleh situasi maupun oleh keinginan masing-masing individu. Semoga hal itu bisa segera menjadi nyata.

Saya sertakan satu gambar yang saya ambil menggunakan kamera terintegrasi di iPad di tulisan ini. Semoga hari Anda semua penuh dengan inspirasi dan Anda menjadi inspirasi juga bagi orang lain. Salam!

 

 

Hugo

 

 

 

Sunday, January 26, 2014

MY BRUSHES LITE

I try new app called My Brushes Lite. This one is the free version. Interesting part is that you can either use your finger or any compatible stylus. Some pictures that I have tried to make:

Picture 1: Aura

Picture 2: Ibu (Mother)

Picture 3: Alam (Nature)

Enjoy the pictures :)

 

Hugo

 

Thursday, January 23, 2014

BLOGGING WITH IPAD

Hi there!

While my new blog - or site, let's say it is - is designed, I have some days to fill with activities. One of the activities is finding a good app for blogging using iPad.

I have tried at least two apps. I finally land my choice to an app named Blogsy. This post is written with Blogsy.

Blogsy allows blogger to post blog complete with photos and videos. For photos and videos, you should host the files in some links such as Facebook, Youtube, Instagram and Picasa. I think Blogsy seems to think that its users connected to these social media - like I do :)

Anyway, here I am with Blogsy!

 

 

Thursday, December 12, 2013

ANNOUNCEMENT (PENGUMUMAN)

Dear All Readers,

I have written within this blog for sometime (since August, 2008). I guess, it's time for me to transform all the ideas into a private website. I have tried to operate a movement through a website called "sekolahsejati.org". It was a-two-year training for me how to persuade people in line of education. However, this blog has been a tremendous effort for me and I want to make wider steps. As this website will no longer in service, there will be a new policy from my side.

In January 2014, I will make that steps. This blog will not be wiped out. However, the content will be selected and transferred into new web blog. For your eyes only, the name of the website will be "kelastanpabatas.com" . In English, the website will be translated as "borderless classroom".
The spirit is to share ideas, experiences and link all educators. The website content will be in Bahasa Indonesia and English.

Why "kelastanpabatas.com"? The reason behind the name is actually based on my concern how education is partially seen and applied in many levels of society. With this website content, I hope people can share and link themselves to apply better understanding on education.

Let's face the coming year, 2014, with better paradigms on education.


in education,


Hugo

Thursday, December 5, 2013

STOP MOTION + IPAD (2)

Hi there!

This time, I made my second stop motion movie using Stop Motion within my iPad. I do hope you enjoy it!

cheers,


Hugo


Wednesday, December 4, 2013

STOP MOTION + IPAD

Hi!

I just had my "little" project while waiting for a short meeting. I have Stop Motion app in my iPad, then an idea comes.
Using Stop Motion, I took about 114 pictures to make this movie running in 8 frame per second. What is Stop Motion? It is an app that you can download through Apple Apps Store. I forgot how much I bought mine. It might be around $5.
Anyway, enjoy the movie entitled "Pertemuan" or in English we say "Encounter".

cheers,


Hugo



Wednesday, November 27, 2013

CONTOH CV MENARIK


Hallo!

Entah mengapa, tiba-tiba timbul ide iseng saya. Di saat saya sedang mengerjakan paper untuk kuliah lanjutan saya, tiba-tiba ide untuk berbagi pembuatan CV yang menarik menari-nari di otak ini.
Di bawah ini saya sajikan contoh CV menarik. Tentu saja ada banyak CV yang menarik, tapi salah satunya adalah di bawah ini. Semoga mengsinpirasi!

PS: Kalau Anda mencantumkan foto, jangan lupa buat foto Anda yang tersenyum ya. Calon perusahaan Anda lebih senang orang yang wajahnya biasa tetapi ada senyum tulus di sana :)





















Monday, November 25, 2013

BAKTI ALUMNI UNIVERSITAS SANATA DHARMA

Hello!

Badan saya masih sangat terasa lelah ketika menulis artikel ini. Namun semangat dan kebahagiaan yang ada dalam pikiran dan hati saya mendorong jari jemari ini untuk menari-nari di atas papan ketik Mac putih ini.

Hari Senin kemarin, atas undangan Bagian Kerjasama Universitas Sanata Dharma yang diwakili oleh Maria Ananta, saya dan beberapa teman alumni mendapatkan waktu untuk berbicara dalam sebuah seminar kecil. Sebagai alumni Universitas Sanata Dharma angkatan pertama ketika bertransformasi menjadi Universitas di tahun 1993, saya merasa terhormat sekali mendapatkan kesempatan dan kepercayaan tersebut.

Seminar yang digagas dari sebuah twitter "gojek kere" oleh Hari Wibowo alias Bowo alias Owob, menjadi seperti bola liar yang ditanggapi dengan sangat positif. Beberapa dari kami langsung mengajukan diri (tanpa malu-malu?) termasuk saya. Setelah "koor" Twitter, maka kami beralih pada email alias surel alias surat elektronik. Tak ketinggalan, selain email, teman-teman alumni dan yang belum alumni, mereka yang berdomisili di Jogja berkumpul secara intens untuk membahas acara yang pasti bakal menjadi "hot shot".

Alhasil, dari sekian puluh emai dan sekian kali kopi darat panitia, maka dipanggilah Leo Among Wijaya (PBI 94), Ari Wibowo (PBI 94), Pongki Barata (PBI 96) dan saya (SIng 93). Pada hari H, kami yang berdomisili di Jakarta begitu semangatnya mengambil pesawat pagi hari walau kantuk masih menyerang.

Rasa bahagia, makin kentara ketika bertemu dengan teman-teman di Jogja dan dosen-dosen kami dahulu. Saya senang sekali bertemu Romo Kun "Fotografi", Pak Sarkim, Romo Rektor (Romo Wiryono) dan terlebih bertemu dosen pembimbing akademik sekaligus Dosen Pembimbing Skripsi sekaligus Dosen favorit saya, Pak Hirmawan. What a blessing!

Pada dasarnya, kami ini memang senang kumpul-kumpul. Namun begitu, ini kan acara yang serius yang bukan sekedar kumpul-kumpul. Sehingga, sewaktu kami semua sudah berkumpul, tercetuslah kekhawatiran kami untuk berbicara di depan mahasiswa mahasiswi atau mereka yang baru saja lulus. Kami khawatir, nanti jangan-jangan kita ini asal ngomong. Hahaahaha.. Untung saja ada duet MC maut yaitu Karlina dan Risang yang mengarahkan kami dengan baik dan benar. Beberapa alumni yang muncul ada Garry, Bagus (Boel-Boel) dan Kristiawan (Angkrek) yang muncul memotret kami lalu pergi untuk kuliah lagi (katanya..hahahaha).

Acara hari itu, sangat berkesan. Beberapa foto saya tampilkan di sini. Mohon maaf apabila saya lupa menyebutkan nama-nama beberapa teman. Energi saya ter-charge lagi!


salam,

Hugo





Thursday, November 21, 2013

WHEN THE DOORS SHUT - MANAKALA PINTU-PINTU MENUTUP

Hello pembaca!

Pada tulisan ini, saya menulis dalam Bahasa Indonesia. Pada mulanya, di dalam benak saya ada beribu kata dalam Bahasa Inggris, namun entah mengapa jari-jari ini menari di atas tuts keyboard mengalir begitu saja dalam Bahasa Indonesia (mungkin karena sedikit berbau curhat?)

Akhir-akhir ini, saya sedikit meluangkan waktu untuk berefleksi pada banyak langkah yang saya ambil dalam pikiran, perkataan dan perbuatan yang menyangkut kehidupan sosial maupun karir. Dalam perenungan itu, saya mendapatkan diri saya berpikir, berkata dan berbuat dalam banyak kapasitas yang sangat fantastis. Seakan-akan, segala yang saya perbuat itu bukanlah saya karena begitu hebatnya karya-karya itu. Namun, secara kontras juga saya menemukan perbuatan, pemikiran dan perkataan yang sepertinya merugikan. Di ujung perenungan itu, saya mendapatkan bahwa ternyata semua yang saya lakukan, baik itu tampaknya menguntungkan, maupun merugikan, tidak ada satupun yang buruk. Mengapa demikian? karena ternyata seringkali saya memulai segala sesuatu dengan doa. Doa yang saya panjatkan kepada Tuhan adalah untuk memberikan yang terbaik dalam segala situasi. Doa yang memohon agar saya disiapkan dan didampingi dalam segala situasi. 

Alhasil, itulah yang membuat saya - dalam naik turunnya ritme kehidupan ini - terus mendapatkan kepercayaan untuk lebih maju dalam pemikiran, perkataan dan tindakan baik dalam hidup sosial maupun karir. Teman, saya bukanlah orang yang pintar, tapi saya punya keyakinan untuk maju dan berbagi. Mungkin itu yang membuat orang berpikir saya pintar.

Saya masih ingat, bagaimana banyak ide-ide fantastis yang saya lontarkan - tentunya ide-ide tersebut adalah ilham dari Tuhan - dan menjadi kenyataan yang menyenangkan. Namun, ada juga beberapa ide yang baik namun berujung pada hal-hal yang kurang meyenangkan. Salah satu contoh adalah bagaimana beberapa bulan yang lalu saat saya hendak menjalankan ide tentang kedisiplinan dan semuanya kandas di tengah jalan karena ketidaksepahaman. Ketika hal itu terjadi, saya merasa limbung seakan-akan semua pintu kesempatan telah menutup untuk saya masuki. Namun, blessing in disguise! Karena seperti saya katakan tadi bahwa banyak hal yang saya lakukan ada dalam darasan doa-doa saya, Tuhan memang tidak tidur. Saat saya merasa semua pintu menutup, lobang-lobang cahaya yang ada pada sela-sela pintu dan jendela memberi penerangan. Dalam keadaan yang tidak menentu itu, saya melihat banyak berkas cahaya yang menerangi pikiran. Ada kata-kata yang begitu kuat untuk melihat sekeliling saya dengan lebih jeli dan teliti.

Anda tahu, di saat terburuk itu, saya bisa dengan segera membedakan mana teman yang mendukung dan mana teman yang kurang mendukung. Banyak hal terjadi yang dalam pencernaan pikiran dan perasaan saya, sangat membuat saya bertanya-tanya akan apa yang telah saya perbuat selama ini. Pertanyaan besar terlintas dalam benak saya, "Apakah saya memang benar-benar diterima secara utuh atau tidak?" Tampaknya Tuhan berjalan mendampingi saya untuk mengatakan, "Ayo, kamu harus belajar dari situasi ini. Kamu mungkin salah di mata orang lain, tapi belum tentu salah. Bangkit karena kamu sangat berharga dan masih banyak yang bisa kamu lakukan!"

Beberapa minggu setelah peristiwa tersebut, ada seakan-akan dorongan yang kuat. Saya memberanikan diri untuk berkata pada diri saya, "berhentilah mengerjakan sesuatu walaupun kamu adalah yang terbaik untuk hal itu". Berkas-berkas cahaya yang tadi menerangi langkah saya telah mendorong saya untuk menemukan satu pintu besar yang disebut dengan berkat alias blessing. Saya arahkan Tuhan untuk sesuatu yang baru - mungkin tidaklah besar namun pastilah berarti. 

Di ujung karir saya ketika itu, saya memutuskan pada menit-menit terakhir untuk move on, beranjak dari titik nadir. Satu hal yang sampai tulisan ini bergulir, saya tidak menyesal untuk segala keputusan yang saya ambil karena dalam keputusan itu, saya membagi segala beban dengan Tuhan yang selalu berjalan mendampingi. Satu per satu jalan mulai terbuka. Memang harus diakui, jalan yang sekarang saya lewati bukanlah jalan mudah tapi bukan berarti tidak dapat saya lewati. Saya tidak menyesal sedikitpun untuk melangkah. Bahkan, jujur saja, saya memiliki keengganan untuk bertemu dengan teman-teman dari masa lalu terutama ketika mata hati saya mulai jeli dan teliti. Seringkali, bulu roma ini bergidik sendiri. 

Sekarang, lihatlah saya ada di sini. Ada kegembiraan, kecemasan, tantangan dan harapan yang bercampur aduk. Namun, apa sih yang mulus dalam hidup ini? Hidup kita adalah perjuangan. Untuk semuanya itu, saya siap berbagi tentang perjuangan yang saya alami. 

Saya sekarang hampir menginjak usia kepala 4 dan saya berbahagia bersama orang-orang yang mencintai saya dan tentunya, bersama Tuhan.


salam semangat!



Hugo







Friday, November 15, 2013

Audioboo #theipadsummit

listen to ‘hugo’ on Audioboo



Thanks to Mike Hoffman and Marcello Mongardi for this precious information :)


Thursday, November 14, 2013

HELLO INDIA!

Hi!
I arrived at the New Delhi airport Indira Gandhi yesterday afternoon. It was a great feeling stepping my feet on to the land that might be the land of my ancestors. One of them might be from this land, I guess :)

Upon my arrival, the flavour of "thick Asia" is strongly felt. Oh, I almost forgot to tell you why I
come to India. I will attend The iPad Summit at AES New Delhi. Sure, I look forward to having more insights on maximising iPads in education. I have applied it but as an educator, I will never stop learning from others. Anyway, I have my two main important things in 21st century learning: sharing and collaborating!

How does India look like?  Below, I put two pictures from my Nikon D90. I will keep updating :)







Sunday, November 3, 2013

iMovie Training, Why Not?

On November 4th 2013, I had a chance to share my knowledge in using iMovie. I use iMovie 11. I shared my knowledge with some of my colleague in Jakarta International School.

When using iMovie, we need to carefully see the project that we want to create. After choosing new project, then we will need to choose whether we want to make our movie in standard or large size. I recommend the standard size (4:3).

iMovie has a lot of features that can make us produce "almost" professional movie. It has green and blue screen features, picture in picture, split pictures and many more. What i love is sound ducking. You can choose your background song that sometime can be louder or even softer. Here, I will not put the movie sample as but surely will give you the picture (that has been edited using iPhoto). Oh, and I will give you the song that I created using my iPad :) cool, isn't it?

Salam,

Hugo




Teach Me Rock.m4a

Thursday, October 31, 2013

MACBOOK #TRACKPAD

Enhance Your Trackpad

Some people using MacBook might not know that they can modify the trackpad. How can I modify my MacBook trackpad? 
1. On the top left corner of your MacBook monitor, you will see  symbol. Click the symbol and..
2. You will find "System Preferences", click it. 
3. Then you will have a dialog box, find trackpad. Once you find it, click the icon. 
4. Now, you are ready to change and maximize your trackpad function. Check the box named "tap to click" and other boxes that you think will make your life easier. 
Now, you do not need to push your trackpad to click. All you need to do is to tap a little. You have saved some energy :)
Here are some pictures to help you try the steps.
 





 

iPAD #SIRI


iPad


"Where is Jakarta?"
That's the first question that I asked to Siri. Who or What is Siri? 
According to Apple website, Siri is the intelligent assistant that helps you get things done, just by asking. Talk to Siri as you would to a person: Ask “Do I need an umbrella?” or “Did the Giants win last night?” or “What time is the barbecue on Sunday?” Siri not only understands what you say, it knows what you mean. It figures out the right apps to use to find the right answer. Then, just like a personal assistant, Siri provides you with the information you need. Here is the link Learn more about Siri
(source: http://www.apple.com/ipad/features/)